Minggu, 21 Juli 2013

Fak

          Ya, dari sekian banyak kosakata, kata "fak" mungkin mewakili setiap manusia yang melalui Senin pagi.

          Well, siapa yang tidak kesal terhadap kemacetan yang melanda setiap hari. Selalu terjebak kemacetan yang sama, di tempat yang sama, terlambat kerja dengan alasan yang sama, diomeli atasan karena kesalahan yang sama dan diberikan solusi yang selalu sama.

          "Ya kamu berangkatnya lebih awal dong", bukan masalah kita harus berangkat lebih awal, masalahnya adalah jam kerja tidak lagi menjadi 8 jam per hari apabila setiap harinya kita harus pasrah akan menumpuknya kendaraan di jalan raya. Kita harus berangkat sebelum matahari dan pulang sesudah matahari, ah, lelah di jalan.

          Yap, pasrah. Mau melawan ? dengan meningkatnya ekspansi perusahaan kendaraan bermotor yang tak kunjung meningkatkan kesejahteraan hidup pribumi serta maraknya Showroom kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan tenaga marketing yang otaknya hampir meledak karena tuntutan target.

          Perlu diketahui bahwa kendaraan bukanlah makanan yang bisa selalu diproduksi yang pasti akan habis termakan. But in Indonesia, it can!. Saya selalu melihat setumpuk sepeda motor yang sudah rampung proses produksinya dan siap untuk dikirim ke sebuah daerah untuk dijual, ya kisaran seminggu sekali.

          Di luar itu, semakin banyak orang yang tidak memperdulikan orang lain bukan karena ia lebih peduli atas dirinya sendiri, melainkan tujuan nya, yang mungkin saja bukan tujuannya. Ketika kalian berkendara di jalan menuju sebuah tempat dan melihat seseorang kesusahan, terlintas pikiran untuk menyelamatkan orang tersebut sebelum akhirnya muncul kesadaran bahwa ada hal yang lebih penting untuk diselamatkan yaitu keselamatan saya. Yah, kalian secara individu. Kita keluar dari rumah dalam keadaan tertekan dan semua orang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri setiap Senin pagi.

          Kemacetan membuat manusia tidak lagi menjadi manusia. Orang yang beringas akan macet menjadi maksimal egonya padahal manusia adalah makhluk yang berkepedulian, sedangkan manusia kedua memilih pasrah padahal manusia adalah makhluk yang sarat akan harapan.

          Apapun yang terjadi, tetaplah menjadi manusia meskipun tidak ada yang memanusiakan kamu.






Yoga Pratama
2 kali cabut kerja karena bosan     

Minggu, 12 Mei 2013

Tips buat yang terbangun di tengah malam


          Sebenernya bukan mau jadi kaya on-the-spot on-the-spot gitu yang ngasih "Tujuh hal yang bla-bla-bla" yang harus kalian tau, cuma ini lagi kejadian aja.
          Hari ini gue kebangun di tengah malam, tepatnya jam 1/2 1. Itu gara-gara gue ketiduran pas jam 7 malem tadi, entah kenapa badan suka begini, suka tidur semau nya dan jarang nurut sama otak, bahkan gue sempet ketiduran pas ngomong sama customer di toko, iya. Pas gue kerja ngelayanin customer gue Tidur! sampe dia nya ngomong "mas, ngantuk?" hingga dengan nada ngantuk gue menjawab "saya sih tidur dimana aja pak hehe" dan akhirnya keadaan mencair #caelah #Lebaiyangdibuatbuat
          Padahal jam 8 gue mau ke rumah temen gue, dan emak gue sudah memasak telor ceplok buat gue makan malem, tapi akhirnya gue ketiduran ... dan nasi beserta telor nya tetep gue makan walaupun nasi nya hampir basi.

          Gue sih yakin hampir semua orang pernah terbangun di tengah malem begini, jadi sebenernya yang akan gue sampaikan ini bukan sebuah tips melainkan sebuah common things yang biasa orang lakuin yang mungkin aja salah satu nya belom pernah elu lakuin. So, check this :

   7 Hal yang bisa kamu lakukan saat terbangun di tengah malam :

1. Sholat Tahadjuud

          Subhanalloh. Yap buat orang yang emang niat bangun jam segini buat Tahadjuudan atau yang emang kebangun dan iseng memilih untuk sholat tahadjuud. Sholat tahadjuud itu bisa nambahin pahala kita loh, alias lembur dalam beribadah, iya, jangan lemburan pabrik aja tau nya. Bukti kalo Tuhan memperhatikan umatnya itu dengan ngasih lemburan buat kita, kalo mau ya ambil, kalo ga ya gak apa-apa. Lagian Tuhan juga ga akan marah kok kalo ga ada yang lembur karena gak punya tuntutan target juga. Ga pernah kan denger Tuhan marah-marah "WOI ini nggak ada yang lembur napa ?!?!". Tapi biarpun begitu, Tuhan selalu punya umat setia yang selalu ngambil lemburannya pada jam-jam segini.

2. Nonton Bokep

          Astagfirulloh!. Tapi percayalah selama setan dan koneksi internet masih ada di muka bumi ini, maka nonton bokep bukanlah hal yang tidak mungkin. Biasanya orang yang pikirannya kosong yang mudah diracun oleh bisikan setan. Apalagi keadaan kepala lagi pusing karena baru bangun tidur tiba-tiba ada bisikan setan "bro, c*oli enak nih!" Nahlo, itu bisa menambah dosa kita. Tapi enak, bodo amat. Yah namanya juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Nonton bokep selain dari hasil download-an biasanya sih ngabisin koleksi, karena ada saja orang yang koleksi bokep sampai Giga-an muatannya, dan tengah malam merupakan waktu yang tepat untuk mengkhatamkannya.

NB : dari kedua saran diatas jangan diambil dua-dua nya misalnya abis Sholat Tahadjuud terus nonton bokep, Jangan!

3. Nonton Tivi

          Percaya atau tidak biasa nya film-film tengah malem di televisi biasanya bagus-bagus, film horor misalnya. Sesuatu hal yang sangat menyenangkan karena kita tidak menonton pada saat prime time dimana semua tayangan terlalu mainstream. Film pada saat tengah malam selain bagus karena jarang tayang di prime time, juga minim iklan, jadi lebih mantap nontonnya. Kalau jaman dahulu era awal 2000-an televisi tau betul apa yang menjadi tontonan dewasa dan anak-anak, sehingga film horor yang sensor nya tidak sebanyak sekarang ditayangkan di atas tengah malam, bukan menayangkan film dewasa pada saat prime time dan sensor nya ditumpuk. Acara Smackdown juga ada nya jam-jam segini, yang gue inget sih dulu itu masih di RCTI dan belom ada RAW is WAR, semenjak pindah ke Lativi (sekarang TVOne) dan ditayangkan di prime time hingga ada anak-anak yang meninggal karena mem-Pedigree temanya itu, akhirnya Smackdown ga tayang lagi. Ya pokoknya tontonan tengah malam itu seru deh.

4. Keluar Rumah

          Ya sekedar keluar rumah dan menghirup udara tengah malam yang ternyata tidak seburuk udara siang hari, dunia ini masih nikmat untuk dijadikan tempat tinggal kok. Selain itu kalo beruntung kita bisa ngeliat maling lalu berteriak "MALIIIIING!!!! ... MALIIIING!!" sehingga hal tersebut bisa dijadikan bahan obrolan pada saat pagi hari nya. Atau ikut nimbrung dengan orang yang memang sengaja untuk tidak tidur alias satpam atau petugas siskamling sambil nonton Barcelona sama Madrid dibantai #eh , biasanya satpam itu akan curhat dengan sendirinya, sehingga hal tersebut bisa dijadikan bahan obrolan pada saat pagi hari nya.

5. Take some ride

          Atau kalau kamu bisa mengeluarkan kendaraan kamu, misalnya motor atau sepeda, dan melajulah, kelililng-keliling yang ga pasti dan lihat perbedaannya. Setiap hal selalu memiliki sisi lain salah satunya adalah kemacetan di pagi hari. Bawa motor dengan kecepatan 80km/jam di malam hari merupakan obat dari sebuah kepenatan, sebuah refleksi yang diterima oleh alam bawah sadar bahwa "dunia seharusnya seperti ini". Jangan takut terkena angin malam, pastikan berkendara dengan aman walaupun ada kecepatan yang harus dinikmati, karena lenggang nya jalanan tidak akan kita nikmati lagi pada pukul 5 subuh.

6. Cari sesuatu yang 24 jam

          Selalu ada yang 24 jam di setiam tempat, misalnya fastfood, warnet, pom bensin, dan ATM ... juga lokalisasi. Bukti bahwa manusia tidak pernah sendiri asalkan tau tempatnya dimana, seperti yang gue lakukan ini, gue sih pasti lari nya ke warnet karena ya gue dari dulu emang udah doyan nge-net dan hanya butuh uang empat ribu untuk menikmati nya. Habiskan waktu di tempat kalian melipir, siapa tau ketemu seseorang yang kelak akan menguras isi dompet kalian.

7. Menulis

          Entah ini cuma persepsi gue atau bukan bahwa manusia akan menjadi makin puitis saat waktu malam, manusia baru bisa menikmati hidup di waktu ketika ia ingin tidur. Iseng-iseng aja nulis novel, puisi, atau apalah itu bisa lirik lagu atau cerpen, inspirasi sangat mudah didapat pada jam-jam segini. Ya siapa tau karya kamu bisa dimuat di majalah Ibu dan Anak.

8. Ajak teman kamu ke suatu tempat

          Janjian di pagi, siang, sore dan malam hari itu biasa, tapi janjian di tengah malam itu sesuatu yang keren menurut gue walalupun hal ini sedikit tabu karena wanita punya batasan untuk hal ini. Kalau kalian semua tau bahwa kebanyakan teman kalian mengalami insomnia, kenapa tidak mengajak bergabung buat insomnia bareng. lalu kalian bisa ke angkringan dan menggelar tiker disana hanya dengan membeli segelas susu jahe. Jangan takut ngantuk lagi, karena yang penting itu bagaimana kalian menjalani hidup, bukan berapa jam kalian tertidur. dan yang terakhir adalah .....

9. Tidur lagi

          Seperti kata Mbah Surip (alm) yang bangun tidur terus tidur lagi sampai akhirnya ga bangun-bangun lagi. Ya ini adalah pilihan yang simple, biasanya orang akan memilih untuk tidur lagi karena ga mau ambil pusing walaupun nanti setelah bangun tidur pasti pusing juga. Dengan tidur lagi maka kita tidak dipusingkan untuk melakukan delapan hal di atas dan punya waktu istirahat yang digunakan dengan optimal. Sangat cocok untuk orang yang mau ninggiin badan dan mutihin kulit.


          Oke, sekian tulisan gue malam ini, selamat menikmati nafas yang masih bisa kamu hirup







Yoga Pratama
Ketiduran karena memang kurang tidur

Selasa, 30 April 2013

"Maaf pak, saya tidak tahu"

          Itu jawaban gue atas soal UTS no. 1 dan 3 hari ini. Gue sih optimis nilai nya jelek, karena dari 5 soal gue cuma bisa jawab 2, 2 nya ga tau, dan satu soal lagi cuma tau dua dari tiga poin, akhirnya di poin ketiga gue tulis :

          "maaf pak, yang ini saya lupa apaan"

          Ya itulah enak nya kuliah pake uang sendiri, konsekuensi yang rugi ya gue sendiri. Lagipula sebelum janur kuning melengkung, IPK masih bisa diperjuangkan. Oke, cerita soal tindakan aneh gue yang nggak berusaha buat nyari contekan dan maen minggat keluar kelas ini sebenernya karena udah bete aja. Untuk apa memaksakan sesuatu yang sudah tidak kondusif. Gue yakin diantara kita pernah "stuck" sekitar 30 menit untuk soal yang emang ga ada di bayangan kita yang artinya sekeras apapun elu berpikir, ya ga akan ketemu jawabannya. Ibarat ngudek-ngudek tas buat nyari buku yang emang belom elu taruh disitu. Sampai akhirnya mencari buku di tas lainnya.

          "Ah jangan sok suci elu deh ngomong ga mau nyontek, kaya ga pernah aja!"

          Gue ga percaya ada orang yang ga pernah nyontek di dunia ini, sama seperti gue ga percaya ada cowo yang belom pernah ngocok. Gue pernah nyontek, gue pernah pake jawaban yang dikasi pengawas gue. Kenapa ? Supaya orangtua kita senang akan kelulusan kita. Waktu SMP/SMA orangtua lah yang membiayai pendidikan kita. Orangtua kita mempercayakan pendidikan kita kepada negara yang Ujian Nasional-nya kacau balau setelah gue tinggal lulus selama 2 tahun yang lalu. Gue lulus STM di tahun 2011 silam, dan elu bilang gue ga nyontek ? Gue emang ga nyontek ... tapi gue ngerjain soal ujian tersebut 1 hari sebelum ujian dilaksanakan demi kelulusan bersama, minimal buat kelas sendiri, paling bagus buat sekolah, tapi gue ingat betul ujian Matematika dalam satu jurusan ada satu siswa yang kebagian soal duluan untuk dikerjakan dan salah satu nya itu gue.
          Apakah itu mendidik, KAGA LAH BROH!. Tapi kalo nggak begitu, temen-temen gue kesulitan. Gue sih punya pemikiran : Buat orangtua kalian senang dengan uang mereka. Orangtua kita cari uang untuk menyekolahkan kita dan kita dituntut untuk lulus tepat waktu agar orangtua kita tidak mengeluarkan uang lagi serta tidak menimbulkan stigma "anak bodoh" karena ketinggalan kelas. Gue yakin ga ada orangtua yang seneng kalo anak nya nyontek, tapi gue lebih yakin kalo orangtua kita lebih ga seneng kalo kita ga lulus, makanya kita nyontek, iya kan.
          Memang sistem nya yang salah, siswa dituntuk untuk menyelesaikan soal, bukan untuk memahami pelajaran agar dapat mengerjakan soal. Sekarang pun banyak kursus-kursus yang menawarkan rumus CROT alias langsung kelar tanpa tau tahap yang digunakan untuk mendapatkan rumus tersebut, it's just like having sex without foreplay, ga asik. Terutama sistem LJK yang dinilai sangat-sangat tidak objektif, bayangin kalo ada orang yang Matematika nya dewa tapi tangan nya kiting, ngurek ga bener, akhirnya ga lulus, kasian. Trus ada orang aneh yang lulus karena kancing baju nya lepas satu, gila men!. Satu hal yang sangat tidak objektif dari LJK adalah pengisian nama lengkap, gue rasa Diandra Paramitha Sastrowardoyo juga ga akan lulus UN kalo disuruh ngurek.

buat yang ga tau siapa pemilik nama  lengkap tersebut, nih!

          Udah dulu nostalgia jaman UN nya dan yang belom sempet nembak gebetan pas perpisahan. Intinya adalah selama sistem pendidikan akan terus seperti itu, ya kita akan selalu terjerat dalam mentalitas nyontek. Boleh takut nilai jelek, tapi lebih takut lagi kalau ilmu yang udah kalian pelajari ga terserap maksimal karena nggak jujur sama diri sendiri. Nilai jelek bisa remedial kok, pacaran aja ada kesempatan kedua, masa nilai jelek ga bisa sih. Ah gue jadi lupa buat download materi kuliah, udah ya :)




Yoga Pratama
Dideketin banyak cewe waktu SMP karena jago Matematika

Sabtu, 27 April 2013

Please, Buy what you Need

          Kenapa ? ya kita harus belajar buat membeli barang yang emang kita butuhin. Karena di era konsumerisme sekarang uang banyak tak terasa banyak, UMK naik tapi harga kebutuhan naik alias inflasi. Inflasi pertama yang saya rasakan sebenarnya sudah lama sejak saya kelas 4 SD, dimulai dengan kenaikan harga Chuba, awal muncul itu harganya Rp. 200, lalu naik Rp. 300 juga bisa beli gopek dua, dan akhirnya naik kembali dan stabil hingga sekarang di nominal Rp. 500. Buat yg belum tau Chuba itu apa, nih gue kasih gambarnya :

sampai sekarang saya masih suka beli ini
          Ya, kembali ke topik awal yaitu beli apa yang emang harus untuk dibeli. Namun sebelum jauh kesitu sebenarnya kita sudah pernah mempelajari tentang macam-macam kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia itu dibagi menjadi tiga : Primer, Sekunder, Tersier. Primer itu yang penting, Sekunder itu yang cukup penting namun menunjang, dan Tersier itu bersifat tambahan. Jaman sekarang batas antara Sekunder dan Tersier sangatlah tipis, lebih tipin dari benang gelasan tapi tajamnya sama.
          Banyak yang mengeluhkan kalau mereka sangat kesulitan untuk menabung. Pas ditanya gaji nya berapa dia jawab : "Dua koma sih, tapi kan buat kredit motor, buat beli hape baru, paket internet gue stiap bulan, sama jalan-jalan gitu, elu mau dibilang kuper sama temen-temen elu?". Ya kalo faktanya gue bisa buat menabung uang lebih banyak sih nggak masalah. Kan tinggal gue balikin " .. tapi tabungan gue banyak wee!!".
          Saya itun lulusan tahun 2011 dan sempat bekerja di sebuah perusahaan pipa, waktu itu UMK saya masih 1,3 dan itu dinilai lumayan untuk anak yang baru lulus disaat yang lain sudah bisa pegang 3juta dalam sebulan. Selang tiga tahun perkembangan nya berasa sekali. Di tahun 2012 waktu saya bekerja di perusahaan plastik UMK saya 1,7 dan sekarang saya bekerja sebagai sales sebuah produk cat dengan UMK 2,4. Hampir 100% sejak saya pertama kali kerja. Makanya heran aja kalo banyak orang yang ga bisa nabung dengan uang sebanyak itu.
          Waktu kecil kita punya seribu akal untuk memperbaiki rantai sepeda kita yang sering copot tanpa harus membeli sepeda baru. Sekarang kita lebih memilih membeli motor keluaran baru walaupun harus rela memotong gaji sepersekian persen setiap bulannya. Saya juga punya motor, tapi itu beli second dan jelas harganya lebih murah. Kalau yang dibutuhkan dari sebuah motor yaitu untuk jalannya saja, untuk apa bagus-bagus. Handphone yang saya punya Nokia e63, sampai sekarang saya belum minat untuk pindah ke Blackberry ataupun Android. Nah, kurang setia apalagi coba saya sebagai cowo.
          Sikap skeptikal harus dimiliki semua orang agar terhindar dari sifat konsumerisme. Ya intinya sih kembali ke judul wacana.


"Please, Buy what you Need"


Yoga, sales yang objektif
terlambat masuk kerja karena nulis blog ini 

Senin, 22 April 2013

Idealis ?

Idealisme berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik.[1] Realitas sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh, pikiran, diri, pikiran mutlak, bukan berkenaan dengan materi.[1]

-wikipedia-

Sambil nunggu jam masuk kerja, saya melipir dulu ke sebuah warnet untuk iseng-iseng download hingga akhirnya isi entri blog lagi.

          Setiap orang punya gagasan, setiap orang punya cita-cita. Berdasarkan kutipan yang tadi sudah disisipkan di awal paragraf, bahwa idealisme ditinjau dari epistemologi berasal dari kata -ide-. Semua orang berhak untuk memiliki sebuah pemikiran dan menjalankannya sebagai pencapaian tujuan yang merupakan sebuah rumusan kebahagiaan.
          Seperti halnya bermain. Siapa makhluk Tuhan yang tidak pernah bermain? bermain sangatlah menyenangkan, kenang saja masa kecil kita. Dan ketika kita beranjak besar kita harus "bekerja", dan percayalah keluhan selalu terucap saat kita berada di masa ini. Terkadang yang sudah bekerja merasa bosan : "ah gue mau resign ah, capek!", dan yang belum bekerja lagi juga merasa bosan : "ah gue nyari kerja ga dapet-dapet, bosen nganggur melulu!".
          Labilitas adalah satu-satunya hal yang stabil di dalam diri manusia, bahkan Iman kepada Tuhan pun bisa memudar seiring berjalannya waktu, dan menguat kembali saat bulan Puasa (ditulis dalam keadaan : sudah malas sholat di Mesjid dan sering diomelin Ibu karena hal ini).
          Tapi coba kita tinjau kata "bermain" dan "bekerja" yang telah tertulis di atas. "bermain" itu dalam ilmu bahasa sebenarnya merupakan sebuah kata kerja. Tapi kenapa orang lebih suka "bermain" daripada "bekerja" ? 'cause They have fun on it. Yap, semua orang senang bermain.
          Melakukan hal yang kita senangi tidak akan membuat kita merasa lelah, bahkan gejala typus pun tidak terasa saat sudah bermain PlayStation, dan memburuk setelah berhenti memainkannya. Masalahnya adalah : kita tetap butuh sangan, pangan, dan papan agar kita tetap terus bermain, dan bermain tidak menghasiklan ketiga kebutuhan primer tersebut. Makanya banyak orang yang hobby nya nge-band tapi kerja nya kuli pabrik, dan ga ada orang yang hobby nya jadi kuli pabrik, dan kerja nya nge-band.
          "We need enough money for idealist, and just it". Mengingat umur Rosululoh S.A.W yang sampai 64 tahun, banyak waktu yang masih bisa kita gunakan untuk bermain.

          Hidupku masih panjang, tapi billing internet tinggal sedikit

*exit*

Jumat, 18 Januari 2013

Tuhan atau Perusahaan


Lupakan tentang mitos kalo sholat Jum'at itu bikin ganteng, gue mau ngomong serius.
Sholat Jum'at biar ganteng, mitos yang dibuat oleh para wanita Pemberi Harapan Palsu terhadap para laki-laki yang muka nya nggak pasaran (re:gagal menembus pasar) supaya rajin beribadah, dalam pepatah lama ini dikenal dengan istilan "berbohong demi kebaikan". Oh iya kenapa gue bahas juga ya -__-"

Hari ini hari Jum'at, tepat di kantin tempat gue kerja (13.45), mengisi waktu luang buat autis di depan hape emang sebuah opsi yang aneh disaat semua orang lebih memilih buat makan. Lagian gorengan+dagangan emak gue macem Cha-Cha sama Coki-Coki udah abis sama gue semua. Dan fyi, jangan kebanyakan makan Sosis So Nice, pengawet nya bisa bikin amandel lho .. #OOT .

Kalau Rosululloh S.A.W. pernah bersabda bahwa "kelalaian kita dalam beribadah merupakan aib", maka aib gue hari ini adalah gue nggak Sholat Jum'at. Bukan merupakan sebuah bentuk protesi akan mitos kalau Sholat Jum'at biar ganteng, but seems not feels so strange when I miss it. Gue nggak Jum'atan karena gue kudu jaga toko, jadi karena nggak Jum'atannya gue ada satu atau dua rekan kerja gue yang bisa Jum'atan hari ini, some sacrifice needed in this place. Balada karyawan emang selalu diliputi aturan jam kerja yang terkadang menyita waktu untuk beribadah, apalagi sampai menghalangi secara halus.

Kira-kira Agustus 2011 yang lalu, gue sempet bekerja di sebuah pt pipa yang-nama-nya-tidak-perlu-saya-sebut karena gue yakin semua perusahaan produksi massal pasti tidak jauh-jauh seperti ini. Gue bekerja di bagian Dies Setter/Tooling dimana kerja gue adalah bagian persiapan produksi. Pipa yang memiliki beberapa ukuran pasti memiliki beberapa cetakan atau yang disebut dengan 'Dies', nah gue bekerja di bagian nyetting ntu benda. Salah satu keuntungan yang gue miliki adalah jam kerja gue yang non-shift dimana secara rutin masuk jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore, untuk hari Sabtu pulangnya jam 2 sore untuk memenuhi standar kerja 40 jam/minggu. Dari 9 anak STM yang lolos seleksi di pt itu, gue tergolong beruntung karena satu-satunya penempatan di non-shift, yang lain kena shift. Dan di hari Jum'at, mereka para pekerja shift yang dituntut bekerja 8 jam/hari tidak memiliki waktu untuk sholat Jum'at, dengan dalih produksi tidak bisa ditinggalkan. Ya memang ekstrusi pipa akan berjalan terus dan harus ada yang mengawasi. Dan loss time yang didapat apabila perusahaan membiarkan jam istirahat Jum'at dan memulai produksi pada pukul 12.30 dimana merupakan pukul selesainya Sholat Jum'at tentu sangat besar, karena butuh 1/2 jam lagi untuk memanaskan Dies ke suhu 250 derajat Celcius yang merupakan titik leleh plastik. Apakah perusahaan merelakan waktu yang hilang itu, oh tentu tidak. Pepatah 'time is money' terasa melekit pada kasus ini. Pada awalnya ada rasa tidak enak hati karena meninggalkan sebuah Ibadah wajib untuk laki-laki muslim, but everybody's change. Percaya atau tidak mereka akan membiasakan diri dengan peraturan itu sambil berkata "tak apalah empat Bulan sekali tidak Sholat Jum'at, toh Tuhan itu Maha Pemaaf", entah itu benar atau karena keeksistensiannya diragukan.

Di toko tempat ku bekerja ini pun sama, pada hari Jum'at Buka puku 8 pagi dan tutup pukul 9 malam. Tak bisakah kau beri 1/2 jam saja untuk close order agar ras Adam ini dapat sejenak beribadah ? Toh kau sudah mengurangi target omzet karena faktor hari Jum'at itu hari sepi bukan. Tapi ya begitulah, Pancasila yang kita anut dan kita ikrarkan kelima dasar nya sejak SD saat upacara bendera ya hanyalah Pancasila sebagai wacana. Kapitalis menang disini, setelah banyak berdirinya Mall-mall di negeri ini terutama kota Bekasi dimana terdapat empat Mall besar yang berada kurang dari radius 1 km.

Tapi apakah kau mau menyalahkan sistem yang sudah ada ? Tentu tidak bisa. Dalam setiap perusahaan selalu ada serikat kerja, dan peraturan yang dimiliki oleh perusahaan itu pastilah merupakan hasil persetujuan oleh kedua belah pihak. Artinya pendahulu kita memang tidak pernah keberatan dengan sakral nya hari Jum'at, ya perduli setan, aku memang tidak tau menau, mungkin juga mereka. Dan bahkan mereka pun berlindung dibalik dalil dimana "Laki-laki dinyatakan hilang keislamannya (murtad) apabila tidak sholat Jum'at selama tiga kali secara berturut-turut". Jadi kalo sholat Jum'at nya seminggu iya seminggu enggak, saya masih Islam dong?. Ya kalo situ yakin Tuhan tertawa karena peraturan yang dibuat-Nya ternyata memiliki celah untuk dilanggar,ya silahkan. Karena pada nyatanya orang yang tahu agama jadi tidak tahu agama karena dalil ini. Saya sendiri tidak tahu apa pandangan Islam liberal terhadap dalil ini, kalau dicerna secara logika ya sudah terang.

Tinggal pilih, melanggar peraturan Tuhan, atau peraturan Perusahaan. Lebih takut dihukum Tuhan, atau dihukum atasan. Kebanyakan sih pasti lebih takut sama atasan karena atasan itu makhluk nyata yang wujudnya terlihat serta hukumnya jelas, mungkin SP atau bisa jadi PHK. Kalau Tuhan, walaupun anda mencaci nya sambil menatap langit, belum tentu dia akan menurunkan hujan meteor saat itu juga kepada kamu. Anda bilang saya ngajarin yang nggak bener? Untuk yakin akan sesuatu, seseorang emang harus melewati fase yang disebut dengan "ragu" (@pandji). Hidup ini masalah pilihan, jadi, gutlak yah. Lanjut gawe dulu ah, jam istirahat udah abis :)