Senin, 22 April 2013

Idealis ?

Idealisme berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik.[1] Realitas sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh, pikiran, diri, pikiran mutlak, bukan berkenaan dengan materi.[1]

-wikipedia-

Sambil nunggu jam masuk kerja, saya melipir dulu ke sebuah warnet untuk iseng-iseng download hingga akhirnya isi entri blog lagi.

          Setiap orang punya gagasan, setiap orang punya cita-cita. Berdasarkan kutipan yang tadi sudah disisipkan di awal paragraf, bahwa idealisme ditinjau dari epistemologi berasal dari kata -ide-. Semua orang berhak untuk memiliki sebuah pemikiran dan menjalankannya sebagai pencapaian tujuan yang merupakan sebuah rumusan kebahagiaan.
          Seperti halnya bermain. Siapa makhluk Tuhan yang tidak pernah bermain? bermain sangatlah menyenangkan, kenang saja masa kecil kita. Dan ketika kita beranjak besar kita harus "bekerja", dan percayalah keluhan selalu terucap saat kita berada di masa ini. Terkadang yang sudah bekerja merasa bosan : "ah gue mau resign ah, capek!", dan yang belum bekerja lagi juga merasa bosan : "ah gue nyari kerja ga dapet-dapet, bosen nganggur melulu!".
          Labilitas adalah satu-satunya hal yang stabil di dalam diri manusia, bahkan Iman kepada Tuhan pun bisa memudar seiring berjalannya waktu, dan menguat kembali saat bulan Puasa (ditulis dalam keadaan : sudah malas sholat di Mesjid dan sering diomelin Ibu karena hal ini).
          Tapi coba kita tinjau kata "bermain" dan "bekerja" yang telah tertulis di atas. "bermain" itu dalam ilmu bahasa sebenarnya merupakan sebuah kata kerja. Tapi kenapa orang lebih suka "bermain" daripada "bekerja" ? 'cause They have fun on it. Yap, semua orang senang bermain.
          Melakukan hal yang kita senangi tidak akan membuat kita merasa lelah, bahkan gejala typus pun tidak terasa saat sudah bermain PlayStation, dan memburuk setelah berhenti memainkannya. Masalahnya adalah : kita tetap butuh sangan, pangan, dan papan agar kita tetap terus bermain, dan bermain tidak menghasiklan ketiga kebutuhan primer tersebut. Makanya banyak orang yang hobby nya nge-band tapi kerja nya kuli pabrik, dan ga ada orang yang hobby nya jadi kuli pabrik, dan kerja nya nge-band.
          "We need enough money for idealist, and just it". Mengingat umur Rosululoh S.A.W yang sampai 64 tahun, banyak waktu yang masih bisa kita gunakan untuk bermain.

          Hidupku masih panjang, tapi billing internet tinggal sedikit

*exit*

Tidak ada komentar: