Sabtu, 27 April 2013

Please, Buy what you Need

          Kenapa ? ya kita harus belajar buat membeli barang yang emang kita butuhin. Karena di era konsumerisme sekarang uang banyak tak terasa banyak, UMK naik tapi harga kebutuhan naik alias inflasi. Inflasi pertama yang saya rasakan sebenarnya sudah lama sejak saya kelas 4 SD, dimulai dengan kenaikan harga Chuba, awal muncul itu harganya Rp. 200, lalu naik Rp. 300 juga bisa beli gopek dua, dan akhirnya naik kembali dan stabil hingga sekarang di nominal Rp. 500. Buat yg belum tau Chuba itu apa, nih gue kasih gambarnya :

sampai sekarang saya masih suka beli ini
          Ya, kembali ke topik awal yaitu beli apa yang emang harus untuk dibeli. Namun sebelum jauh kesitu sebenarnya kita sudah pernah mempelajari tentang macam-macam kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia itu dibagi menjadi tiga : Primer, Sekunder, Tersier. Primer itu yang penting, Sekunder itu yang cukup penting namun menunjang, dan Tersier itu bersifat tambahan. Jaman sekarang batas antara Sekunder dan Tersier sangatlah tipis, lebih tipin dari benang gelasan tapi tajamnya sama.
          Banyak yang mengeluhkan kalau mereka sangat kesulitan untuk menabung. Pas ditanya gaji nya berapa dia jawab : "Dua koma sih, tapi kan buat kredit motor, buat beli hape baru, paket internet gue stiap bulan, sama jalan-jalan gitu, elu mau dibilang kuper sama temen-temen elu?". Ya kalo faktanya gue bisa buat menabung uang lebih banyak sih nggak masalah. Kan tinggal gue balikin " .. tapi tabungan gue banyak wee!!".
          Saya itun lulusan tahun 2011 dan sempat bekerja di sebuah perusahaan pipa, waktu itu UMK saya masih 1,3 dan itu dinilai lumayan untuk anak yang baru lulus disaat yang lain sudah bisa pegang 3juta dalam sebulan. Selang tiga tahun perkembangan nya berasa sekali. Di tahun 2012 waktu saya bekerja di perusahaan plastik UMK saya 1,7 dan sekarang saya bekerja sebagai sales sebuah produk cat dengan UMK 2,4. Hampir 100% sejak saya pertama kali kerja. Makanya heran aja kalo banyak orang yang ga bisa nabung dengan uang sebanyak itu.
          Waktu kecil kita punya seribu akal untuk memperbaiki rantai sepeda kita yang sering copot tanpa harus membeli sepeda baru. Sekarang kita lebih memilih membeli motor keluaran baru walaupun harus rela memotong gaji sepersekian persen setiap bulannya. Saya juga punya motor, tapi itu beli second dan jelas harganya lebih murah. Kalau yang dibutuhkan dari sebuah motor yaitu untuk jalannya saja, untuk apa bagus-bagus. Handphone yang saya punya Nokia e63, sampai sekarang saya belum minat untuk pindah ke Blackberry ataupun Android. Nah, kurang setia apalagi coba saya sebagai cowo.
          Sikap skeptikal harus dimiliki semua orang agar terhindar dari sifat konsumerisme. Ya intinya sih kembali ke judul wacana.


"Please, Buy what you Need"


Yoga, sales yang objektif
terlambat masuk kerja karena nulis blog ini 

Tidak ada komentar: