Minggu, 21 Juli 2013

Fak

          Ya, dari sekian banyak kosakata, kata "fak" mungkin mewakili setiap manusia yang melalui Senin pagi.

          Well, siapa yang tidak kesal terhadap kemacetan yang melanda setiap hari. Selalu terjebak kemacetan yang sama, di tempat yang sama, terlambat kerja dengan alasan yang sama, diomeli atasan karena kesalahan yang sama dan diberikan solusi yang selalu sama.

          "Ya kamu berangkatnya lebih awal dong", bukan masalah kita harus berangkat lebih awal, masalahnya adalah jam kerja tidak lagi menjadi 8 jam per hari apabila setiap harinya kita harus pasrah akan menumpuknya kendaraan di jalan raya. Kita harus berangkat sebelum matahari dan pulang sesudah matahari, ah, lelah di jalan.

          Yap, pasrah. Mau melawan ? dengan meningkatnya ekspansi perusahaan kendaraan bermotor yang tak kunjung meningkatkan kesejahteraan hidup pribumi serta maraknya Showroom kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan tenaga marketing yang otaknya hampir meledak karena tuntutan target.

          Perlu diketahui bahwa kendaraan bukanlah makanan yang bisa selalu diproduksi yang pasti akan habis termakan. But in Indonesia, it can!. Saya selalu melihat setumpuk sepeda motor yang sudah rampung proses produksinya dan siap untuk dikirim ke sebuah daerah untuk dijual, ya kisaran seminggu sekali.

          Di luar itu, semakin banyak orang yang tidak memperdulikan orang lain bukan karena ia lebih peduli atas dirinya sendiri, melainkan tujuan nya, yang mungkin saja bukan tujuannya. Ketika kalian berkendara di jalan menuju sebuah tempat dan melihat seseorang kesusahan, terlintas pikiran untuk menyelamatkan orang tersebut sebelum akhirnya muncul kesadaran bahwa ada hal yang lebih penting untuk diselamatkan yaitu keselamatan saya. Yah, kalian secara individu. Kita keluar dari rumah dalam keadaan tertekan dan semua orang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri setiap Senin pagi.

          Kemacetan membuat manusia tidak lagi menjadi manusia. Orang yang beringas akan macet menjadi maksimal egonya padahal manusia adalah makhluk yang berkepedulian, sedangkan manusia kedua memilih pasrah padahal manusia adalah makhluk yang sarat akan harapan.

          Apapun yang terjadi, tetaplah menjadi manusia meskipun tidak ada yang memanusiakan kamu.






Yoga Pratama
2 kali cabut kerja karena bosan     

Tidak ada komentar: