Jumat, 07 September 2012

POM BHARASIAN (Pekan Ospek Mahasiswa Bhayangkara ... Kasian)



          Iya, kasian para mahasiswa baru yang diberikan orientasi (baca:dikerjain) selama tiga hari berturut-turut. Yang sangat kami sesalkan adalah barang bawaan yang teramat mahal, bahkan biaya yang habis untuk mendaki gunung tidak semahal itu. Padahal alasan kami (baca:saya) masuk Ubhara adalah karena biaya kuliah nya yang murah, bisa dicicil Rp.300.000/bulan layaknya angsuran motor, namun begitu dihadapkan dengan ospek semahal ini, ya hamba yang kecil ini hanya bisa berdo’a sambil berteriak “emak, ada duit kaga ?!”.
     Baik kita sudahi basa-basi tersebut. Hari pertama ospek, dimana gladiresik apel pembukaan tidak lebih baik daripada upacara bendera saat SMP, mungkin sebagian dari kalian berkata “hei, adik ku bisa melakukan lebih baik daripada itu”. Pendidikan baris-berbaris (PBB) mungkin adalah ilmu terapan yang harus diperhatikan di semua aspek masyarakat, bahkan untuk ukuran sebuah kampus yang berada di bawah naungan yayasan milik Polri.
          Lanjut, sebuah acara komunikatif yang dilaksanakan dari entah jam berapa itu dimulai sampai jam setengah 12 siang, para maba (sebutan untuk mahasiswa baru) .. (oke itu basa-basi) memperhatikan di emperan depan gedung dengan cara “ngampar”, sebuah cara yang asik yang tidak akan membuat kita ngantuk karena kita terlalu sibuk mengatur posisi duduk. Terbesit lah harapan segenap mahasiswa Ubhara baik yang baru maupun senior agar kampus kita memiliki auditorium sendiri, ya, Auditorium. (Amin)
          Oke, acara yang ramai di hari pertama ospek adalah PDKT, dengan cara meminta tanda tangan para senior sebanyak-banyaknya tanpa imbalan. Oh itu menyebalkan, aku lebih suka mengoleksi kartu Digimon dalam bentuk katalog lalu menukarnya dengan sepeda. Lagipula perhatikan pola nya baik-baik : datangi senior -> bujuk rayu -> dapet tanda tangan nya -> Tinggalkan, cari senior lain. Daripada PDKT, acara ini lebih tepat diberi nama PHP. Jadi harap maklum kalau sepanjang perjalanan kuliah kita akan mengalami kekecewaan dalam soal asmara, karena kita diorientasikan seperti itu. :)

        Lanjut, yaitu acara aqiqah massal, dimana para maba harus memotong rambutnya dalam bentuk mensyukuri karunia Tuhan karena telah diizinkan menuntut ilmu di tempat ini. Untungnya kita tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli 2 ekor kambing layaknya aqiqah sungguhan, kami sudah cukup terbebani dengan biaya barang bawaan. Dan para wanita di-review hari itu, mereka yang menggunakan rok diatas lutut dihajar secara mental. Apa yang salah ?, mereka hanya ingin tampil cantik ... walaupun cara nya memang salah. :p
            Setelah hari-hari yang melelahkan, kita dikejutkan lagi dengan satu hal ... yaitu : “Kita dikenakan biaya parkir motor !” (buat yang bawa motor), God please stop this hell ! sudah cukup derita finansial kami (baca:saya) dengan barang bawaan ospek yang begitu mahal. Ya mungkin cuma seribu-dua ribu, tapi uang itu kan cukup buat beli Beng-beng 2pcs. :(

 Hari kedua, penulis ijin terlambat karena ikut psikotes masuk kerja di PT. Unilever Walls, Jababeka (dan nggak dapet) .. (buat yang punya info lowongan kerja sekitar Bekasi kabarin saya yak :D), jadi saya tidak tau persis seperti apa acara di dalam gedung Sartika sebelum sholat Jum’at. Tapi yang saya tau dari laporan teman saya, kalo selera humor Wakapolri kita lumayan “blue”, dengan menyisipkan humor jorok agar audience tetap terjaga konsentrasi nya pada pembicara, hmm menarik dan masuk akal. Mungkin SBY harus melakukan hal yang sama dalam pidato nya agar anak-anak tidak tertidur saat Hari Anak Nasional. :)
              Next, para maba dikerjain, tapi saya nggak tertarik buat bahas ini *skip*
          Selanjutnya, karena pak Walikota Rahmat Efendi tidak hadir dan diwakili oleh juru bicara nya, kami terpaksa harus menahan bosan selama 30 menit dikala jubir tersebut mendikte sebuah tulisan yang sebenarnya akan lebih baik apabila kertas tersebut difotokopi dan dibagikan kepada seluruh maba untuk dibaca sendiri. Karena sesuai instruksi dari pembina apel pembukaan ospek hari pertama
à “ngantuk boleh, asal jangan tidur” :)

(bisa manjang lagi sih, karena masih ada satu hari lagi tapi buat apalah :)

Tidak ada komentar: