Kamis, 27 September 2012

How To Follow (Bicara Tentang Twitter)

          Oke, sekarang jam 03.45 dan gue nggak bisa tidur gara-gara banyak nyamuk, yeah ! seduh dua bungkus kopi lalu kocok dengan air dingin untuk temani malam gue yang sepi (padahal banyak nyamuk). Jadi teringat akan obrolan gue (baca:curhat) kepada rekanan gue di kampus tentang Twitter yang sebenernya udah kepikiran lama dan gue juga dapet pemikiran ini dari orang lain yang lebih senior dan wawasan nya mumpuni.

          Kenapa Twitter, karena ada sesuatu yang aneh yang nggak gue pungkiri kalo dulu pun gue begitu :

          " Follback nya dong kaka !!"
          " Polbek bisa kalee ..."
          " Plobek dong " <-- #terTambun

          Kenapa sebagian besar pengguna Twitter (yang gue tau di domisil Indonesia, karena gue disini, nggak tau dah di luar negeri ada polbek-polbekan apa kaga) selalu meminta di Follow balik setelah mem-follow sebuah akun entah akun anonim atau personal ? Gue akan bahas ini berdasarkan ilmu antropologi yang gue punya. (setdah banyak gaya lu yog segala pologi pologi apalah itu elu bawa-bawa, kaya ngarti aja)



lambang Twitter, biar rame aja blog gue dikasih gambar

          Twitter merupakan sebuah Jejaring Sosial yang dibentuk oleh Jack Dorsey pada tahun 2006, yang konsepnya merupakan mikroblog. Seperti namanya bahwa mikroblog adalah bentuk kecil dari blog, sangat simple dan menarik karena setiap pengguna twitter (baca:tuips) dapat beropini atas hal apapun dengan 140 karakter. Dan kalau bicara Jejaring Sosial, tidak akan lepas dari yang namanya Facebook, sebuah socmed yang fenomenal yang menenggelamkan Friendster. Jadi inget kalo dulu gue mau bikin Friendster, cuman gara-gara umur blon 17 jadinya musti nunggu, eh di tahun 2007 Facebook mulai ramai di Indonesia.
          Lah trus apa hubungannya sama Facebook ? Mark Zuckenberg membuat Facebook pada tahun 2004 yang artinya 2 tahun lebih cepat daripada Twitter. Maka perkembangannya pun jelas, Facebook ambil start lebih awal. Di tahun 2007 Facebook mulai diminati oleh orang banyak terutama orang Indonesia setelah Jejaring Sosial yang awalnya diciptakan untuk kepentingan kampus ini mulai dikomersilkan ke seluruh dunia. Kita ketahui bahwa dalam Facebook menganut sistem pertemanan, dimana hubungan yang diciptakan yaitu Add Friend --> Confirm/Ignore --> Friend/Not Yet. Dalam budaya Add Friend Facebook sendiri pun terbagi menjadi dua :

          1). Kenal di dunia nyata, mari berteman di dunia maya

          Seseorang akan melakukan Add Friend apabila sudah mengenal orang tersebut sebelumnya, jadi fungsi Facebook sendiri lebih kepada menjaga koneksi atau silaturahmi yang sudah ada. Banyak orang yang menemukan teman lama nya di Facebook, teman yang bahkan kabar terakhirnya pun simpang siur. Selama nama teman anda tidak pasaran dan teman anda tidak 4l@Y dan mengganti namanya dengan simbol hieroglyph, insya Allah anda bisa menemukan teman lama anda yang telah lama hilang.

          2). Hai, aku punya Facebook, mari berteman !

          Kedua, seseorang melakukan Add Friend bisa atas dasar pengen kenalan. Maka jangan heran waktu demam-demam nya Facebook banyak cowo yang cuma nge-Add cewe yang profpict nya cantik, spam sana sini, niat nya ya pengen kenalan, siapa tau bisa jadian, yaelah :) jadi inget dulu gue waktu pertama kali bikin Facebook. Nggak ada yang salah selama akal sehat masih jalan, karena di poin kedua ini banyak terjadi penyimpangan seperti penculikan dan penipuan yang kasus nya juga lumayan banyak.



SS orang minta polbek via Writelonger #seriusamat

          Trus masalahnya apa ? That's the point ! begitu gemparnya Facebook sampai-sampai membuat rakyat Indonesia latah akan socmed. Dua tahun kemudian, sekitar 2009 Twitter mulai meramaikan ranah Jejaring Sosial di dunia bagian Indonesia. Orang-orang mulai mencoba bermain Twitter, namun mindset akan Facebook belum bisa terlepas dari para penjajal Jejaring Sosial. What is the f**kin mindset ? yaitu Add Friend --> Confirm. Dalam Facebook kita membutuhkan validasi akan pihak kedua (orang yang di-add) apakah ia bersedia berteman dengan pihak pertama (orang yang nge-add) sehingga seseorang dikatakan saling berteman dalam Facebook apabila kedua pihak setuju dan mengakui kalo mereka berteman.
          Sedangkan di Twitter, merupakan sebuah mikroblog yang lebih cenderung ke arah pemberian informasi dan edukasi, sehingga menggunakan sistem "Follow" layaknya blog-blog yang sudah-sudah. Do you know what "Follow" means ? "Ikuti". Nggak semua teman bisa diikuti, dan nggak semua yang kita ikuti adalah teman. Jelas Twitter berbeda dengan Facebook, namun kita memainkan Twitter dengan aturan Facebook, jadinya aneh kaya maenin Futsal pake aturan Bulutangkis, jauh broh. :) makanya banyak orang yang minta Polbek sebagai bentuk refleks akan validasi pertemanan dalam Twitter yang sebenernya tidak berlaku.


          Sebelum kalian makin sensi, gue mau ngasih alasan kenapa seseorang mem-follow suatu akun :

          1). Follow karena butuh

          Kenapa sih elu nge-follow dia ? dasarnya sih satu, karena elu butuh. Banyak bermacam-macam jenis akun Twitter, ada yang isi nya informatif, edukatif, mengandung unsur komedi, atau yang sekedar nyampah. Kunci nya sih satu, menarik untuk di follow alias #recommended.

          2). Follow karena kenal

          Nggak jauh beda sih sama poin pertama. Karena kalo udah kenal sama seseorang, suatu saat pasti butuh, makanya deh di follow. Spesifikasi "kenal" pun berbeda-beda tiap individu nya. Ada yang kenal bentar terus follow, ada yang baru follow kalo bener-bener kenal, ada yang udah kenal lama tapi nggak difollow-follow, mungkin karena dia nggak punya Twitter.

          3). Follow karena menarik

          Kedua poin diatas merujuk ke poin terakhir ini. Sesuatu yang menarik sangat asik untuk diikuti (baca:follow). Menarik pun beda persepsi tiap individu nya. Cewek dengan ava cantik photogenic kemungkinan besar punya banyak follower, karena menarik from the first sight. Kenapa (at)radityadika follower nya ampe jutaan dan semua nya follower garis keras, yang kalo dia nge-tweet bisa jadi trending topic padahal bacaan nya ora danta ? karena ada sesuatu yang menarik dari beliau. Kenapa (at)DennyJA_WORLD banyak follower nya ? karena dia beli akun orang.

          So, daripada malakin orang dalam bentuk minta polbek, lebih baik jadi menarik agar mereka mem-follow kita secara sukarela. Dan nggak bisa dipaksakan juga kalo selera orang itu beda-beda, dan fakta kalo kita nggak bisa bikin semua manusia di bumi ini senang. Sekian dulu dah, yang bener aja kelarnya jam 1/2 7 pagi. -__-

Jumat, 14 September 2012

Budaya Beli Buku

          " Yog, buku kuliah nya mana ?"
          " Kaga ada buku"


    Sentak terkejut ketika kemaren gue dan kawan2 Stand Up lagi bahas tentang komersialisasi pendidikan pada sore hari menjelang open mic + talkshow @KFC Pondok Indah, dan siang ini ibu gue menanyakan hal yang mungkin maksud beliau adalah mengklarifikasi kebutuhan karena keadaan finansial kami yang berantakan. Tapi apakah kalian sadar bahwa sepertinya bukan emak gue doang yang bertanya hal seperti itu, ketika kalian memasuki jenjang pendidikan baru ataupun naik kelas, selalu keluar pertanyaan dari orang tua kita seperti :

          " Bayar buku nya berapa ?"

          Jangankan orang tua, bahkan kalian juga menanyakan hal itu sebelum orang tua kalian berinisiatif, ini menjadi sebuah budaya dalam pendidikan sekarang bahwa kalau mau belajar, ya beli buku, atau yang bisa gue bilang "Budaya Beli Buku".

          Sedikit berbagi, coba tanyakan orang tua kalian saat sekolah dulu. Faktanya dulu tidak seperti sekarang yang harus membeli buku, mereka bisa menggunakan buku dari kakak kelas mereka atau sering disebut "turunan" atau "warisan". Ya memang seharusnya seperti itu, coba saja pikir, memangnya apa yang berbeda dari kelas 6 SD tahun lalu dengan kelas 6 SD tahun ini, tahun depan, dan seterusnya sedangkan pendidikan mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan. Maka dari itu kurikulum KTSP dirancang untuk menggantikan kurikulum lama, bukan untuk membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, tetapi sebagai alibi komersialisme pendidikan dengan dalih : " Udah, kamu beli ini bukunya, kurikulum sekarang beda sama yang dulu ".

          Sekarang dipikir aja deh, bagaimana kurikulum KTSP dibuat dengan tujuan "membuat siswa yang aktif dalam pembelajaran" sedangkan siswa dituntut untuk membeli buku dari sekolah !?. Sebuah standar ganda sistem pendidikan saat ini. Dan ini jelas-jelas komersialisme karena kita tidak boleh membeli buku pelajaran yang sama di tempat yang berbeda (baca:luar sekolah), dan kita terima semua perlakuan itu dan menjadikannya sebuah budaya, kita memang bodoh. :)
          Padahal kemdiknas sendiri sudah menyediakan buku (semua) pelajaran dalam bentuk e-book yang bisa di download secara GRATIS !!! <-- (saya harus mem-bold italic underline + text backgroud kata tersebut agar kalian bisa membacanya) di situsnya yaitu :


          " Lho kok url nya sama semua ? "
          " IYA BIAR LO PADA BACA !!! "

        Kalau memang siswa dituntut lebih aktif, harus nya mereka mengambil referensi dari situ, bukan menyerahkan sejumlah uang dengan jumlah besar yang 3-4 tahun lagi akan menjadi sebuah sampah daur ulang. Gue sadar harusnya pendidikan seperti ini, karena yang membuat lu menjadi pintar ya elu sendiri. Bukan buku yang lu beli, bukan pula guru yang nyuruh elu beli buku.
      Masalah nya cuma di orang tua / wali yang manut sama aturan yang udah2 yang mungkin mereka berpikir " udahlah kita mah ngikut aja ". Lebih milih legowo dengan sistem rusak daripada harus capek sedikit untuk perubahan yang mengarah pada kebaikan, itu sama kaya hidup di orde baru dimana alm. Soeharto menjabat dan budaya KKN menjamur tapi mereka berpikir " udahlah kita mah ngikut aja ".

          Sekian dulu tulisan gue, karena adek gue mau maen di ni leptop. Harusnya anak kelas 5 SD itu maen templak di jalanan depan rumah tapi gara-gara hari makin panas ya sudahlah, pokoknya yang jadi concern gue di tulisan ini :

          " Seharusnya pendidikan seperti ini !"

Jumat, 07 September 2012

POM BHARASIAN (Pekan Ospek Mahasiswa Bhayangkara ... Kasian)



          Iya, kasian para mahasiswa baru yang diberikan orientasi (baca:dikerjain) selama tiga hari berturut-turut. Yang sangat kami sesalkan adalah barang bawaan yang teramat mahal, bahkan biaya yang habis untuk mendaki gunung tidak semahal itu. Padahal alasan kami (baca:saya) masuk Ubhara adalah karena biaya kuliah nya yang murah, bisa dicicil Rp.300.000/bulan layaknya angsuran motor, namun begitu dihadapkan dengan ospek semahal ini, ya hamba yang kecil ini hanya bisa berdo’a sambil berteriak “emak, ada duit kaga ?!”.
     Baik kita sudahi basa-basi tersebut. Hari pertama ospek, dimana gladiresik apel pembukaan tidak lebih baik daripada upacara bendera saat SMP, mungkin sebagian dari kalian berkata “hei, adik ku bisa melakukan lebih baik daripada itu”. Pendidikan baris-berbaris (PBB) mungkin adalah ilmu terapan yang harus diperhatikan di semua aspek masyarakat, bahkan untuk ukuran sebuah kampus yang berada di bawah naungan yayasan milik Polri.
          Lanjut, sebuah acara komunikatif yang dilaksanakan dari entah jam berapa itu dimulai sampai jam setengah 12 siang, para maba (sebutan untuk mahasiswa baru) .. (oke itu basa-basi) memperhatikan di emperan depan gedung dengan cara “ngampar”, sebuah cara yang asik yang tidak akan membuat kita ngantuk karena kita terlalu sibuk mengatur posisi duduk. Terbesit lah harapan segenap mahasiswa Ubhara baik yang baru maupun senior agar kampus kita memiliki auditorium sendiri, ya, Auditorium. (Amin)
          Oke, acara yang ramai di hari pertama ospek adalah PDKT, dengan cara meminta tanda tangan para senior sebanyak-banyaknya tanpa imbalan. Oh itu menyebalkan, aku lebih suka mengoleksi kartu Digimon dalam bentuk katalog lalu menukarnya dengan sepeda. Lagipula perhatikan pola nya baik-baik : datangi senior -> bujuk rayu -> dapet tanda tangan nya -> Tinggalkan, cari senior lain. Daripada PDKT, acara ini lebih tepat diberi nama PHP. Jadi harap maklum kalau sepanjang perjalanan kuliah kita akan mengalami kekecewaan dalam soal asmara, karena kita diorientasikan seperti itu. :)

        Lanjut, yaitu acara aqiqah massal, dimana para maba harus memotong rambutnya dalam bentuk mensyukuri karunia Tuhan karena telah diizinkan menuntut ilmu di tempat ini. Untungnya kita tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli 2 ekor kambing layaknya aqiqah sungguhan, kami sudah cukup terbebani dengan biaya barang bawaan. Dan para wanita di-review hari itu, mereka yang menggunakan rok diatas lutut dihajar secara mental. Apa yang salah ?, mereka hanya ingin tampil cantik ... walaupun cara nya memang salah. :p
            Setelah hari-hari yang melelahkan, kita dikejutkan lagi dengan satu hal ... yaitu : “Kita dikenakan biaya parkir motor !” (buat yang bawa motor), God please stop this hell ! sudah cukup derita finansial kami (baca:saya) dengan barang bawaan ospek yang begitu mahal. Ya mungkin cuma seribu-dua ribu, tapi uang itu kan cukup buat beli Beng-beng 2pcs. :(

 Hari kedua, penulis ijin terlambat karena ikut psikotes masuk kerja di PT. Unilever Walls, Jababeka (dan nggak dapet) .. (buat yang punya info lowongan kerja sekitar Bekasi kabarin saya yak :D), jadi saya tidak tau persis seperti apa acara di dalam gedung Sartika sebelum sholat Jum’at. Tapi yang saya tau dari laporan teman saya, kalo selera humor Wakapolri kita lumayan “blue”, dengan menyisipkan humor jorok agar audience tetap terjaga konsentrasi nya pada pembicara, hmm menarik dan masuk akal. Mungkin SBY harus melakukan hal yang sama dalam pidato nya agar anak-anak tidak tertidur saat Hari Anak Nasional. :)
              Next, para maba dikerjain, tapi saya nggak tertarik buat bahas ini *skip*
          Selanjutnya, karena pak Walikota Rahmat Efendi tidak hadir dan diwakili oleh juru bicara nya, kami terpaksa harus menahan bosan selama 30 menit dikala jubir tersebut mendikte sebuah tulisan yang sebenarnya akan lebih baik apabila kertas tersebut difotokopi dan dibagikan kepada seluruh maba untuk dibaca sendiri. Karena sesuai instruksi dari pembina apel pembukaan ospek hari pertama
à “ngantuk boleh, asal jangan tidur” :)

(bisa manjang lagi sih, karena masih ada satu hari lagi tapi buat apalah :)